Jaga Perdamaian Aceh, Ulee Bara Ajak Masyarakat Perkuat Silaturahmi



ACEH UTARA – Tokoh Komite Peralihan Aceh (KPA) Aceh Utara, Muhammad Sulaiman alias Ulee Bara, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat persatuan dan menjaga perdamaian menjelang peringatan Milad Gerakan Aceh Merdeka (GAM) ke-50 pada 4 Desember 2026.

Ulee Bara mengatakan, momentum peringatan tersebut perlu disikapi dengan mengedepankan kebersamaan, menjaga hubungan antarmasyarakat, serta menciptakan suasana yang aman dan kondusif di seluruh wilayah Aceh.

Menurutnya, menjaga perdamaian merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat. Karena itu, ia berharap setiap kegiatan yang berlangsung menjelang maupun saat peringatan Milad GAM dapat dilaksanakan secara tertib dengan tetap memperhatikan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. Berbagai isu yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman, kata dia, perlu disikapi secara bijak agar tidak memicu ketegangan di tengah masyarakat.

Ulee Bara menilai, perbedaan pandangan merupakan hal yang perlu disikapi dengan kedewasaan. Komunikasi, musyawarah, dan sikap saling menghormati dinilai penting untuk menyelesaikan persoalan sekaligus menjaga hubungan baik antarmasyarakat.

“Persatuan dan kebersamaan harus terus dijaga. Masyarakat diharapkan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya serta tetap mengutamakan kepentingan bersama,” demikian pesan Ulee Bara dalam imbauannya.

Ia menambahkan, perdamaian yang terpelihara memberikan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat. Situasi yang aman dan stabil juga menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kelancaran aktivitas sosial, pendidikan, dan perekonomian warga.

Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat Aceh Utara untuk terus menjaga keharmonisan di lingkungan masing-masing serta berperan aktif dalam menciptakan suasana yang damai menjelang peringatan Milad GAM ke-50.

Menurut Ulee Bara, momentum tersebut hendaknya tidak menjadi pemicu perbedaan atau ketegangan, melainkan menjadi kesempatan untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat komitmen bersama dalam menjaga perdamaian Aceh.

Ia berharap seluruh elemen masyarakat dapat mengedepankan sikap saling menghargai, menjaga komunikasi yang baik, serta tidak melakukan tindakan yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban.

“Perdamaian merupakan kepentingan bersama yang harus dirawat secara berkelanjutan. Dengan menjaga persatuan dan saling menghormati, masyarakat dapat terus menjalankan kehidupan sehari-hari dalam suasana aman dan harmonis,” demikian pesan yang ditekankan dalam imbauan tersebut.

Menjelang 4 Desember 2026, Ulee Bara kembali mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif. Ia berharap komitmen terhadap persatuan dan perdamaian terus menjadi landasan dalam kehidupan masyarakat Aceh.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama